Cinta Diri Sendiri

Mari berwacana.

Saat gue punya keinginan untuk menulis tanpa ada bahan apapun, sudah dapat dipastikan gue akan berhenti setelah nyalain komputer. Setelah itu, gue akan terus berusaha untuk mencari inspirasi untuk memulai menulis atau seenggaknya hanya satu kalimat pembuka. Hal-hal klenik yang biasanya akan gue anggap benar untuk bisa menciptakan cipratan-cipratan ide, mulai dari menyalakan satu batang rokok sampai menyelesaikan 1 season drama Jepang, semua gue lakukan secara sadar. Jika kalimat pertama berhasil disusun, yang biasanya tanpa ada latar belakang moral, berikutnya gue akan berpegangaan kepada insting untuk membuat kalimat pertama tadi bisa terus mengalir.

Bertahun-tahun gue mendasarkan cara menulis gue dengan konsep seperti itu, sampai akhirnya gue sadar bahwa gue enggak seharusnya bikin tulisan yang isinya baru gue pikirin beberapa saat sebelum gue nyalain komputer. Pada akhirnya, gue sadar bahwa saat gue enggak punya bahan apapun buat menulis kecuali hanya keinginan yang kuat untuk tetap bisa meninggalkan legacy di dunia ini melalui tulisan, enggak seharusnya gue lanjutin keinginan gue yang kuat itu. Dan sekarang ini, gue sampai pada kesimpulan bahwa gue berhasil merekonstruksi secara apik sebuah pembenaran terbaik untuk tahun-tahun ke belakang yang berlalu tanpa tulisan apapun.

Ada satu hal lagi, yang paling mengagetkan juga menenangkan, bahwa semua hal lainnya bisa pakai resep yang sama seperti masalah menulis ini. Ya Tuhan, aku cinta diriku sendiri.

 85 total views,  1 views today

Ladiesman217

Jarang membaca tapi jarang menulis. Doyan tidur.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan