Jadi, dimana sunset terakhir kamu tahun ini?

Perayaan. Mengikat rangkaian kejadian acak dengan simpul manis. Tak mesti seindah drama romansa komedi, karena memang mereka cuma ekting. Tapi berkhayal hidup kita seindah, senyata, dan semulus itu memang bukan main bikin senyum. Ditambah Akhir tahun yang memang paling cocok untuk evaluasi dan susun rencana setahun kedepan. 100 resolusi tahun sekian, sangat visioner dan menjangkau semua kepentingan pribadi dari yang kecil sampai yang Mahabesar. Tertumpuk manis di buku catatan perjalanan keren dengan warna warna tulisan cerah sampai November tiba – tiba datang. Tapi bukannya film diadaptasi dari kehidupan orang orang macam itu? Dengan selalu ditambah bumbu paling ga mungkin tapi ada, dan voila! A fresh romantic drama comedy film adapted from true story.

Jadi Apa yang paling penting untuk kita? Sebuah jalan cerita belok turun atau akhir kisah terbaik? Apa yang mau kita banggakan? Kemana arah jendela rumah kita menghadap atau dimana sunset terakhir kamu tahun ini?

Ini bukan masalah nanti sore cerah atau mendung ya, tapi ini masalah tentang semua rutinitas dikejar deadline membuat laporan bulanan dan tiba tiba sudah akhir bulan berikutnya dengan beberapa akhir pekan menggila sendiri di depan layar tv? Atau satu jam terakhir sebelum bonus akhir tahun cair? Kita hidup untuk hari ini! Tidak ada yang membuat jalur hidup kita dari samping. Ini masalah bersepeda motor di bawah panas terik matahari musim hujan entah ke dinas kependudukan dan catatan sipil Jakarta Barat atau mengejar janjian dengan orang kantor pusat? Atau melihat matahari terbenam di balik gedung – gedung aneh dengan kawan di rooftop kantor sambil rokoan dan nyeruput kopi? Hela napas panjang sambil ngomong “Ternyata Minggu besok janjiannya, Cong.” Kemudian adzan magrib sahut sahutan dan kawan kita malah meracau, “Kenapa ga gedungnya yang dibalik matahari, ya? Kan lebih jelas jadinya.” Dasar kacamata item dua puluh ribuan.

Jadi, dimana sunset terakhir kamu tahun ini? Kita ga butuh perasan jeruk nipis buat jawab pertanyaan ini kan? Seakan mesti fenomenal padahal masalah tiup terompet aja masih dapet broadcast message di grup WhatsApp keluarga. Ga kerasa memang orang tua – orang tua kita sudah besar sekarang.

Tahunnya orang menghakimi. Tahunnya orang bilang orang itu menghakimi. Padahal bersiap – siap sedang menunggu bis jemputan yang bakal nganter kita ke Candi Prambanan buat nonton sejuta lampion untuk umat di akhir tahun tidak meminggirkan kemungkinan setahun kemarin kita tidak berdaya oleh rutinitas. Memang gol tidak harus cantik untuk dirayakan, tetapi sampai kapan kita mau Caroline Conceta membahas gol tersebut di televisi? Sepuluh tahun sampai dia masuk usia ideal untuk jadi pasangan beberapa orang? Atau sekali saja tapi dalam jarak 30 sentimeter di depan kita? Itu juga suatu resolusi kan? Pasti wanginya ga karuan. Pun sebaliknya demikian, karena bor listrik sedang rusak, jadinya kita coba mereparasi sampai tidak terasa di Jak TV sudah iklan Jaco melulu dan belum ketahuan dimana baut untuk buka bor listrik tersebut, tidak lantas langsung mengesampingkan semua kopi tiap akhir pekan yang diminum sambil tumpah tumpah karena ngomongin seorang ibu di kereta rel diesel yang tidurnya rusuh persis kaya anak disampingnya pas lewat Stasiun Cimindi.

Jadi, dimana sunset terakhir kamu tahun ini? Mungkin buat yang sedang senderan di jidat pasangannya yang secara kebetulan sedang berlibur di Prague cuma yang penting sama kamu dimana aja ga masalah. Ya memang ga masalah, lah, Jamnya aja disana jam astronomi 605 tahun. Kita lagi ga di dimensi yang sama, oke? Shakespeare aja belum lahir waktu itu.

Mungkin karena kita lagi bertarung untuk tujuh jam ke depan di bangku kereta ekonomi menuju harapan harapan semu yang bikin kita sampai mempertanyakan kenapa padi di sawah bisa lurus ga kaya tulisan kita. Tapi jaman sekarang kemana harus bertanya? Seorang ibu yang sedang makan persis di depan kita atau perempuan sekitar 14 tahun yang sedang melamun di samping ibu itu? Sempat terpikir, apa jangan – jangan dia lihat sawah yang padinya ga lurus? Atau cukup tanya Google aja?

Kemanapun pikiran kita di akhir tahun ini, dimana pun kita mencoba ada di akhir tahun ini, yuk kita coba berkemas lebih rapih dan matang kalau – kalau memang kereta yang kita naikin ga berencana untuk berhenti di pom bensin terdekat dan kita harus menikmati senja dengan menghadap utara. Jadi, dimana sunset terakhir kamu tahun ini?

1,330 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Ladiesman217

Jarang membaca tapi jarang menulis. Doyan tidur.

Mungkin Anda juga menyukai

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: