Referensi Film Korea Pilihan Keluarga Volume 01

        Belakangan ini, masyarakat lebih suka menilai seseorang hanya dari judulnya saja. Hal ini yang membuat masyarakat tidak bisa melihat apamaksud sebenarnya dari kelakuan – kelakuan seseorang tersebut. Seperti judul dari tulisan ini, kami hanya mencoba memancing anda, para pembaca, seberapa besar sih, rasa ingin tahu yang anda miliki. Banyak dari anda pasti sudah mulai menduga – duga seberapa jauh perbedaan judul tulisan ini dengan isinya. Jika memang iya, selamat! 
 
Berikut beberapa judul film korea pilihan yang berhasil kami rangkum. Selamat menonton!

1. Architecture 101 (건축학개론) (2012)

The film tells the story of two students who meet in an introductory architecture class and fall in love. Fifteen years later, the girl tracks down her first love to seek his help in building her dream 

***

NB : Menurut kami, ini perjalanan-bego-pertama yang udah kami lakukan diantara perjalanan – perjalanan lainnya. Walaupun sebelum perjalanan ini kami sudah pernah ke beberapa tempat untuk fave hun aja, tapi tetap ini masih menjadi #1 untuk sebuah #lanjalanjamen. Gimana enggak, mulai dari tujuan, perencanaan, di perjalanan, sampai dengan kegiatan disana semua udah bisa masuk kategori bego remaja, pekerja, orangtua, dan tunanetra. Dengan siapapun kami cerita tentang perjalanan ini, mereka sudah pasti geleng – geleng idung pada akhirnya. Dari perjalanan ini kami banyak belajar tentang pentingnya liburan, kami juga mulai bisa mengkategorikan genre kisah cinta para anggota dari pilihan lagunya. Dari perjalanan ini pula jatidiri kami mulai keluar dari kandangnya, tidak sedikit demi sedikit, tapi langsung luber ga tau malu, berteriak lantang bersama – sama layaknya pria dewasa dengan PD tinggi. Iya benar, kami wota.

 
        Awalnya kami memang berniat untuk pergi ke suatu tempat yang jauh untuk menghilangkan penat. Tapi karena terlalu sering didiskusikan dan banyak pertimbangan, ujung – ujungnya nggak jadi. Hingga akhirnya pada suatu sore Hari Minggu tanggal 19 Mei 2013, Eka, Ussy, Ami, dan Anna memutuskan untuk pergi berenang. Dengan alasan Ussy ingin mencoba baju renang dua-potong-terusan barunya, ia mengajak kami ke tempat haram itu. Awalnya kami ragu, tapi setelah ia meyakinkan banyak pria – pria botak, kekar, bottomless disana, maka Eka dan Ami-pun terbujuk rayuan iblis untuk memulai kegiatan itu. Anna saat itu tidak mau terjerumus, karena ia tahu bahwa pada akhirnya Ussy pasti akan menjual kami semua dengan harga murah kepada mami – mami. Tapi apa daya, Ussy serta Eka dan Ami yang sudah termakan rayuan busuknya, mengikat Anna yang tidak berdaya dan memasukannya ke dalam motor (iya benar, memasukannya ke dalam motor, jok motor). Mereka kemudian membawa Anna, dengan mata yang ditutup ke sebuah kolam renang. Entah iblis apa yang telah merasuki pikiran mereka hingga tega melakukan itu semua dengan bangga. 
 
       Singkat cerita mereka telah selesai berenang. Setelah itu, lagi – lagi Ussy memperdaya kami untuk ikut dengannya dengan iming-iming nasi padang dan lagi – lagi Eka dan Ami dengan mudahnya mengiyakan ajakan iblis tersebut. Belum kering air di mata Anna setelah berenang, ia sudah dicoba lagi dengan cobaan yang amat berat. Entah dosa apa yang telah ia perbuat, pikir Anna. Padahal di kolam renang yang Ussy lakukan hanyalah berfoto foto dengan baju renang barunya yang bahkan lebih sering ia lepas. Foto foto itu kata Ussy untuk dikirim ke temannya, Krisni. Di warung nasi padang kemudian kami berbincang bincang sedikit tentang kemungkinan liburan untuk waktu dekat ini. Setelah beberapa menit akhirnya kami berempat mendapat kesepakatan tujuan dan waktu keberangkatan. Tidak lama kemudian Ussy mulai menghubungi Ocha dan Ria dan. Ussy mulai mengiming-imingi mereka berdua dengan gaji besar dan baju renang gratis. Untung saja mereka tidak seperti Eka dan Ami yang dengan mudahnya menerima ajakan Ussy. Mereka meminta waktu hingga hari Rabu untuk menjawab tawaran bisnis haram dari Ussy. Begitu juga dengan Anna, yang sedang menunggu panggilan kerja dari perusahaan asuransi ternama di Hari Rabu.
 
       Kami ingat, Hari Senin bahkan belum usai, Ocha, Ria, dan Anna sudah bisa menjawab tawaran kotor dari Ussy. Ocha setuju dengan syarat ia ingin baju renang itu berwarna kuning dan dikirim kepada salah satu dosen pengajarnya. Anna ternyata tidak diterima di perusahaan asuransi tempat ia melamar, perusahaan itu sedang butuh pria single botak klimis. Jadi ia yes untuk tawaran Ussy. Ria tidak bisa ikut, yang pada akhirnya nanti hanya ia yang ternyata bisa berpikir jernih dan selamat dari tangan si nenek tua tiri busuk itu. Pun demikian dengan Eka, ia ternyata ada ujian memasak pada hari keberangkatan. Ia diminta memasak pakaian kotor oleh penguji. Kami sempat bertemu dengan Tias dan Inggrid di kolam renang tetapi mereka tidak bisa ikut. Mereka sudah pernah ditipu oleh Ussy dan tidak akan mengulanginya lagi. Saat itu Tias meminta dibelikan Nasi Uduk tetapi Ussy malah pergi tanpa kabar. Ussy mengganti nomor teleponnya, pindah rumah ke luar kota, mengganti susunan giginya dan juga nama dada di baju seragam SD-nya. Semua ia lakukan hanya untuk menghindari Tias yang meminta dibelikan nasi uduk.
 
        Ada kejadian tak terduga pada Hari Rabu, 2 (dua)  hari sebelum keberangkatan. Ocha, ia tak menduga sebelumnya akan terjadi hal seperti ini. Dosen pengajarnya yang telah menerima baju renang pemberiannya ternyata meminta warna lain. Ia meminta baju renang warna transparan! Bayangkan! seorang dosen mengenakan baju renang trans, tidak. Kami tidak punya waktu membayangkan hal itu. Lobby lobby iblis pun tidak terhindarkan. Ocha yang telah kenal lama dengan Ussy tahu betul cara melunakan hati dosen yang lebih suka mengenakan baju renang trans, tidak. Ternyata lobby iblis itu pun berhasil! Ocha berhasil membelokan keinginan si Dosen itu. Dan dengan itu, anggota perjalanan pun telah rampung. Ussy, Ami, Ocha, dan Anna akan memulai perjalanan bego pertamanya pada Hari Jumat, 25 Mei 2013. Dengan apa? 1985 Toyota Starlet milik Ussy. Cara kesananya gimana? In Google Maps We Trust. Disana ngapain aja? Tidak tahu. Berapa hari kami disana? 3 Hari. Jumat Malam berangkat dan Hari Senin kami sudah harus kembali dengan jarak titik   a – b = 551 km, tanpa mengetahui kondisi jalanan saat itu. Perencanaanya pasti sudah matang jika cuma 3 hari? Kami hanya butuh waktu satu senja untuk memutuskan. Apa kami yakin hanya 3 hari? Iya. Bukankah itu agak bego? Tidak, itu memang bego, tolol bahkan. Jadi itu perjalanan tolol? Iya, karena tolol makanya kami yakin. And here we go, Jogjakartaaak!


 

 

 

583 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Ladiesman217

Jarang membaca tapi jarang menulis. Doyan tidur.

Mungkin Anda juga menyukai

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: