THE MEN BEHIND THE WOR[L]DS

Alien. Sebentar. Demi menjaga kenyamanan dan keamanan serta kebersihan saya kira penggunaan tersebut perlu diganti agar tidak menjadi sebuah peluru nyasar bagi sebagian rakyat sipil. Kehidupan ekstraterestrial (extraterrestrial life atau ET). Nah, sekarang lebih baik. Apa kamu percaya keberadaan kehidupan ekstraterestrial? Saya tidak yakin berapa persisnya tingkat persentase masyarakat yang percaya dan tidak percaya akan keberadaan kehidupan ekstraterestrial namun saya cukup yakin alam semesta jauh lebih luas dari apa yang mampu kita bayangkan. Lha wong laut di Bumi saja belum ada selesai-selesainya dieksploitasi (coret satu garis) dieksplorasi. Belum lagi misteri-misteri Bumi dan kehidupan di dalamnya yang bisa jadi topik perbincangan tidak berujung saat leyeh-leyeh di warung kopi, yang entah didapat darimana saja informasi-informasi itu. Mungkin dari pengalaman pribadi berdasarkan sejarah keluarga, mungkin dari deretan buku di rak toko buku (ya masa toko material), mungkin dari hasil wawancara ekslusif dengan tiang listrik di daerah Kebayoran Lama, atau dari internet entah artikel entah forum entah apalagi, atau mungkin dari tayangan program salah satu tv swasta (mungkin) kesayangan kamu yang identik dengan angka tujuh, atau mungkin, atau mungkin…. Kalau Bumi saja masih menyimpan banyak misteri seperti itu apa kabar alam semesta? Oke saya tanya lagi, apa kamu percaya keberadaan kehidupan ekstraterestrial? Sebelum ini menjadi esai sains atau pseudo sains, sebelum kaum fundamental muncul beserta usahanya mengembalikan kembali alur kehidupan yang mulai rusak, saya ingin memberikan pernyataan. Saya percaya akan keberadaan kehidupan ekstraterestrial dan saya mengenal salah satunya.

Pertama

Kali pertama saya mengenal kehidupan ekkstraterestrial ini melalui salah satu teman. Teman saya sudah mengenalnya lebih dulu walaupun saya tidak tahu apa teman saya mengetahui kalau yang bersangkutan merupakan kehidupan ekstraterestrial. Kesan pertama saya tidak jauh berbeda dari yang sudah-sudah. Kehidupan ekstraterestrial ini berlaku layaknya seorang remaja tanggung yang iseng, bercanda-bercanda bodoh, penuh ide-ide bodoh, sebutkan saja. Mungkin karena itu lah saya menyukai dia dan berhubungan sampai sekarang. Pertanyaan saya, butuh berapa lama waktu bagi seseorang untuk mengenal seseorang lain? Maksud saya, benar-benar mengenal. Pertanyaan kali ini bukan untuk saya beri pernyataan seperti yang sebelumnya. Kenyataannya, saya tidak tahu berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk benar-benar mengenal kehidupan ekstraterestrial ini.
Kehidupan ekstraterestrial ini menyukai laut. Dan gunung. Dan alam. Itu lah alasan saya bawa-bawa laut sebelumnya. Di kepalanya ada isu-isu lingkungan. Perubahan iklim, sampah, naiknya garis air laut, matinya terumbu karang, hal-hal semacam itu. Bahkan saya pernah mau-maunya diajak dia operasi semut di salah satu jembatan penyeberangan orang, dimana operasi ini bukan operasi ofisial alias kita-kita aja. Selain lingkungan, ia juga menyukai kehidupan cinta yang disertai rasa sakit. Saya paham, cinta dan sakit itu seperti satu koin dengan muka berbeda. Yang saya tidak paham, kehidupan ekstraterestrial ini begitu menghayati kehidupan seperti itu, kehidupan dengan akhir yang tidak bahagia. Saya curiga, jangan-jangan ia seperti itu karena pengalaman pribadinya. Atau memang ia hanya seseorang yang realistis.
Ia juga menyukai astronomi, astrofisika, dan astro-astro yang lain. Ia suka melihat benda-benda antariksa seperti bulan-bintang-planet, mempelajari rasi bintang, dan peristiwa-peristiwa antariksa. Hal ini lah yang membuat saya curiga bahwa ia sebenarnya ialah kehidupan ekstraterestrial, bahwa ia menyukai alam dan antariksa karena ia rindu pada tempat tinggalnya yang sebenarnya.
Sepertinya saya sudah mengenalnya dengan baik ya namun disitulah paradoksnya. Di saat saya merasa sudah begitu mengenalnya di saat yang bersamaan saya merasa belum mengenalnya sama sekali. Pikirannya begitu misterius sama halnya seperti antariksa. Memang, ada saat-saat pikiran saya dan pikiran ia berada dalam frekuensi yang sama namun tidak jarang pula frekuensi itu tidak bersinggungan sama sekali. Misterius. Seperti kehidupan ekstraterestrial. Maka itu dengan ini saya cukup yakin, saya percaya keberadaan kehidupan ekstraterestrial dan saya mengenal salah satunya.

Kedua

Layaknya Seorang ayam yang terbang bebas kian kemari merupakan suatu hal yang bahagia tanpa ada rasa beban didunia hinggap kesana dan kemari membuat cemburu para kaum yang melihat, adapun waktu yang banyak membuat ayam ini selalu menjadi tempat hinggapan kaum adam maupun hawa. Waktu berbagi yang dihasilkan pun variatif dari bercengkrama hal yang tidak penting sampai hal yang tabu pun menjadi hal yg rumit dan sukar di mengerti oleh pola pikir manusia normal. Pilihan hidup seorang ayam tersebut pun hanya dia yang mengetahui, kita sebagai peneman kehidupanya pun tak banyak berucap karena keluhan hidupnya pun tak pernah terdengar. Hanya canda dan tawa didalam hidup nya sebagai jalan yang dijalani dan ditempuh tanpa rasa beban yang terucap di balik keluh kesah dan beratnya hidup di punggung nya.

Nomor Tiga

Si Titit Kecil, penulis berkumis lele klimis yang merantau ke Perancis. Pria yang mengaku jenius yang sangat ambisius untuk mengelus rambut kekasihnya. Masih perjaka. Sayang mama. Hobi main dota namun ga jago-jago. Libidonya tinggi namun kurang berenergi. Pria yang sangat cinta akan agama dan sangat menghargai wanitanya. Pulang ke indonesia lalu menikahi kekasihnya menjadi cita-citanya saat ini. Mengobrol santai sambil menyumput rokok putih kesayangan merupakan tabiatnya. Memiliki minat yang sangat tinggi dibidang sains. Tidak punya AIDS. Tapi senyumnya manis.

Keempat

Dalam perantauan sahabat akan selalu membuat rindu, entah rindu untuk bertukar pikiran melalui secangkir kopi atupun hanya berkumpul seraya membicarakan hal yang tidak penting. Bocah ngentot ini bagiku adalah salah sahabat seperjuangan dalam merantau walaupun dengan tempat merantau yang berbeda tetap saja jauh dan membuat rindu. Mengapa dijuluki kata kata yang tidak pantas ? karena memang terkadang ulahnya sesuai dengan julukannya. Salah satunya adalah seenaknya menumpang bermain sampai larut malam tanpa memberitahukan kabar kedatangan, seenaknya menjuluki seseorang dengan kosa kata yang ia dapatkan dari menonton anime. Yup ia adalah seorang otaku yang terbilang kreatif dengan segala imajinasi yang dia dapatkan. Terkadang mempopulerkan hal hal yang lama seperti sarung maling atau topeng klasik ksatria baja hitam dari plastik ataupun kertas. Salah satu alasan lain ia dijuluki kata kata kasar itu mungkin karena dalam perantauan ia suka bermain dengan kimcil kimcil desa atau gadis gadis desa jawa yang masih lugu entah bermain apa namun sejarahnya pernah memiliki kesempatan untuk melepas keperjakaan namun tiba tiba teringat dengan dosa sehingga menyalurkan hasratnya dengan menonton video porno. Beruntunglah karena masih ingat dengan dosa dan memiliki niat dan semangat untuk bisa mengaji namun sampai saat ini entah siapa guru mengajinya, semoga bukan ustad sesat.

Yang Kelima

Kuda ngepot lewat terowongan truk, mobil terbang akibat letusan pistol, pistol di juggling lalu di sepak ke arah kepala penjahat, turun dari mobil sambil nge-drift, memberi bunga sambil salto naik mobil atap terbuka tapi mobilnya yang salto, menangkap penjahat sambil meluncur melewati kaca belakang dan depan mobil. Secara keseluruhan Aksi2 diatas sudah cukup mencerminkan bawah “dia” adalah salah satu dari mereka, ***** goblok. Tapi sebenarnya jika lo kenal, dia jauh lebih goblok kelakuannya. Gue kasih contoh beberapa kelakuannya. Kalo makan ga pernah diabisin, tapi suka ngais2 tong sampah buat cari makan. Suka joget2 ga jelas kaya pelem di kampung halamannya, baru2 ini gelarnya sebagai teman turun kasta menjadi mutual friend. Bagusnya dia cuma 1, ilmu komputernya, tapi kemaren komputernya buat main metal slug x aja ngelag.

Enam

Adapun paragraf ini tentang suatu buatan Tuhan yang paling sesumbar di semesta. itu adalah poin nya, sulit menggambarkan poin ini dengan kata kata lain. Ia itu juga buatan Tuhan yang memiliki kosa kata bahasa yang beragam di ungkap dan ucap dengan arti hanya ia dan kaum nya yang paham. Mahluk satu ini mengaku sangat naif, dimana ? dia berkata seperti itu tapi sulit dipercaya, kenapa ?  ya, kembali saja ke poin paragraf ini. Dari semua itu, ia lah pengiring lagu dari khayangan, bersuara khas, pembuat sajak ini yang suka itu ber rima, awalnya bercita menjadi jurnalis, dulunya penggiat seni panggung yang terobsesi menjadi asap. Ayah dari banyak anak yang tak di akui ini juga penggagas visi yang tertera di beranda dalam ‘jurnal menyoal hal sekitar’, tapi jangan pernah buat ia menjadi murka, karena niscaya bencana akan segera menghampiri. Walau itu semua belum akhir dari kisah nya, percayalah hanya pada poin paragraf ini yang bisa di iya kan itu nya.

Enam Tambah Satu

Si Manusia Kayu. Memasuki gerombolan di saat kami sedang di tengah-tengah pembangunan pondasi prinsip. Membuka tempat tongkrongan baru yang memang sedang kami butuhkan. Tanpa peraturan. Bisa tiba-tiba tergeletak tak berdaya selama berjam-jam, tak bergeser, menumbuhkan akar-akarnya. Membelit orang-orang di sekitarnya. Bisa juga tiba-tiba liar, tak terkendali, anda berkedip dan semua pakaiannya telah tanggal dan dilemparkan ke tanah, dia sudah ada di tengah laut. Yaa, paling tidak 5 menit, sebelum kembali ke wujud asalnya, tergeletak tak berdaya. Hidupnya pelan, tenang, mengalir, menikmati yang ada tanpa meratapi yang sudah pergi. Layaknya sebatang kayu yang mengapung mengikuti arus, bergerak perlahan dari satu pantai ke pantai lain, mencari jati diri.

Kedelapan

Tiada hari tanpa tarik urat sedari masih zigot hingga saat ini. Botak kimak sebutan setia untuk manusia yang memiliki urat amarah yang hampir putus ini walaupun sudah tidak botak lagi. Teman-temannya selalu menjadi korban dari amarah manusia bangsat satu ini, dari leher yang dipijaki kakinya hingga pipi yang menjadi sasaran tangan kanannya yang ramah lingkungan. Taekwondo adalah pilihan bela diri yang digeluti makluk bangsat satu ini untuk melindungi dirinya dari masa ke masa, dan kenyataannya bela dirinya hanya dipakai untuk menyiksa teman-teman tongkrongannya dan tetangga yang selalu mengganggu tidurnya di malam hari walaupun tetangganya tidak kesakitan tapi ayam tetangga selalu mati setiap berkokok dimalam hari. Akan tetapi dari sekian banyak yang bisa membuat ini anak bangsat marah, ada satu kelemahan yang ia punya yaitu orang yang ia sayangi. Tidak mudah untuk seorang bangsat meluapkan amarahnya kepada orang yang ia sayangi, walaupun pasti pernah kena semprot juga sih, akan tetapi kadar amarahnya tidak sebesar ke teman-teman tongkrongan atau ayam tetangganya, dan beruntunglah kalian yang pernah disayangi dan menjadi bagian di kehidupan si bangsat ini . Tapi tetep kaya anjing sih ini si bangsat satu.

Hampir Terakhir

Seorang flamboyan yang tinggal di salah satu tempat paling indah di muka bumi. Pribadi yang bekerja keras dan workaholic (sering bekerja sembari minum minuman alkohol). Kakinya banyak koreng konon karena dulu sering main becekan dan nyari lumut di pinggir kali buat makan cupang. Mengaku keturunan Ken Arok karena keliahaiannya memikat wanita dan memainkan biji kecapi. Saat masih kecil bercita-cita menjadi presiden, namun berubah ingin menjadi pembalap ketika remaja dan berubah lagi ingin menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan ketika dewasa. Mempunyai sesosok perempuan yang setia menemani petualangannya bernama Ken Dedes. Berdua, mereka berjanji untuk menaklukan dunia dan mencari jawaban arti dari kebahagiaan

Terakhir

Seperti yang pertama dari yang pertama. Seperti yang pertama tapi tidak dibebani rumahnya. Seperti tanggal selalu merah di Hari Kamis. Seperti Hari Jumat selalu mengantuk. Seperti tiap hari pulang larut main kartu. Seperti punya banyak pemeran pembantu. Seperti alur cerita yang masih seperti skrip film. Seperti tahu di mana penonton harus lihat dan tidak lihat konfliknya. Seperti bapak yang masih punya bapak. Seperti bahan judi yang tidak habis-habis. Seperti biro periklanan atau memang bukan biro periklanan. Seperti pemain sepak bola atau memang bukan pemain sepak bola. Seperti tiga belas tahun belakangan ini. Seperti berteman dengan yang pahit. Seperti omongan Bezita kepada Kakarot. Seperti terlihat masih menikmati semuanya.

Wasalam

0 comments on “THE MEN BEHIND THE WOR[L]DSAdd yours →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *